
Abel K Widodo
@abelkrw
“Now Joshua was dressed in filthy clothes as he stood before the angel.”
Forgive the Past, Move On, and Be Better
Pernahkah kamu merasa sangat bersalah atas kesalahan masa lalu, sampai terlintas pikiran: "Apakah aku masih layak menerima hal-hal baik?". Dalam bahasa Ibrani, terdapat kata Tso'im yang menggambarkan kondisi pakaian yang sangat kotor dan tidak layak. Sering kali, begitulah kita memandang diri sendiri. Masa lalu yang kelam seolah membatasi ruang kita untuk mendekat ke hadirat TUHAN, karena kita merasa belum layak untuk kembali.
Sepulang dari Surabaya, saya sempat duduk sejenak dan merenungkan perjalanan hidup saya. Dulu, saya sering memaksimalkan hidup untuk hal-hal yang tidak berkenan bagi TUHAN. Bahkan sebelum dibaptis, sempat terbesit di pikiran saya, "Ga apa-apa kali ya bohong terakhir kali lagi, toh pastoralnya juga ga akan tahu". Saat itu saya masih awam dan belum memahami makna baptisan yang sesungguhnya. Bahkan saat perjamuan kudus, saya masih polos bertanya, "Memangnya boleh ya minum anggur?". Kalau mengingat masa-masa itu sekarang, saya suka heran kenapa dulu bisa berpikir seperti itu.
Hari ini, saya menyadari satu hal, "melakukan dosa itu mungkin saja terjadi, tetapi rasa menikmati dosa itu sudah hilang". Setiap kali ada yang salah, hati nurani saya tergerak dan menegur. Ketika saya mulai menuruti ego, ada suara lembut yang mengingatkan dan membimbing kembali. Dari situ saya paham, TUHAN tidak ingin kita terus meratapi baju kotor itu. DIA meminta kita menanggalkannya dan mengenakan pakaian yang baru dan bersih. He completely wipes the slate clean dimana DIA menyatukan kembali potongan hidup kita, menghapus masa lalu, dan mengajak kita berjalan bersama-Nya.
Memang, ketika menyadari kesalahan, pergumulan batin sering kali muncul, "Kenapa dulu aku pilih A ya, kenapa nggak B?". Kita cenderung menghakimi diri sendiri atas keputusan masa lalu. Namun, jika nasi sudah menjadi bubur, tugas kita sekarang adalah mengolah bubur itu menjadi hidangan terbaik yang berdampak positif. Proses ini membutuhkan pemulihan. Jika saat ini kamu sedang menanggung beban atau pergumulan serupa, kamu tidak harus melaluinya sendirian. Mari izinkan kami menopangmu dalam doa. Kamu bisa membagikan pokok doamu melalui formulir di halaman utama (scroll ke bagian paling bawah ya). Mari lepaskan setiap beban emosional yang membatasi ruang gerak TUHAN dalam hidupmu!
Key Takeaway
TUHAN tidak fokus pada seberapa banyak kesalahan yang pernah kamu buat di masa lalu, melainkan pada pemulihan hidupmu hari ini.
Banyak dari kita yang susah move on karena terus-menerus memukuli diri sendiri atas kesalahan lama, seolah kita tidak berhak untuk bahagia lagi.
Action Steps & Radical Shift
Kalau hari ini ada penyesalan masa lalu yang mendadak muncul dan bikin kamu down, stop it right there. Ingat bahwa masa lalu tidak menentukan siapa kamu hari ini.
Hentikan kebiasaan menyimpan rasa bersalah secara berlebihan (guilt trip pada diri sendiri). Lepaskan beban emosional itu, dan mulai melangkah lagi dengan kepala tegak.
Accept the clean slate, let go of the guilt, and walk confidently in your new season.


