Asking for Clarity

Abel K Widodo

@abelkrw

2 min· 1 reflection
“Then I asked the messenger who spoke with me, “What are these, sir?””
— Zechariah 4:4

Asking for Clarity

Kita pasti pernah menghadapi masalah yang datang tiba-tiba dan langsung terasa overwhelming. Situasi yang bikin kita benar-benar clueless dimana bingung harus bertindak apa, harus bicara apa, dan tidak tahu harus memulai dari mana. Dalam kondisi terdesak seperti itu, refleks manusiawi kita biasanya ada dua, panik, atau sok kuat berusaha membereskan semuanya sendirian.

Aku pernah berada di posisi tersebut. Saat itu aku dan tim diminta membuat sebuah improvement yang benar-benar baru dan belum pernah dilakukan sebelumnya atau belum ada petunjuk yang jelas. Tools-nya belum jelas, mekanismenya masih abu-abu, dan kami dituntut memberi pembaruan hasil di esok harinya. Keterbatasan data serta belum adanya mekanisme pemrosesan data tersebut yang pasti menjadi tantangan besar yang harus kami hadapi bersama. Di tengah tekanan itu, terbesit di pikiran aku, 'Aku harus bagaimana ya, TUHAN?'.

Saya memilih menepi sebentar dari forum diskusi, berdoa, dan meminta petunjuk-Nya. Tidak lama setelah itu, muncul ide untuk mengolah query secara manual lalu menerjemahkannya menjadi poin-poin insight. Tentu prosesnya tidak instan, kami bahkan harus terjaga hingga subuh untuk menyelesaikannya.

Pengalaman ini mengingatkan saya pada kisah Zakharia saat menerima penglihatan yang membingungkan. Dalam bahasa Ibrani, Mâh-’êlleh mencerminkan rasa ingin tahu sekaligus kerendahan hati yang jujur. Saat tidak tahu arah, Zakharia tidak panik, tidak berpura-pura tahu, dan tidak sok ahli. Dia memilih untuk bertanya secara langsung dan mencari petunjuk dari sumber-Nya. Jika saat ini kamu sedang menanggung beban atau pergumulan serupa, kamu tidak harus melaluinya sendirian. Mari izinkan kami menopangmu dalam doa. Kamu bisa membagikan pokok doamu melalui formulir di halaman utama (scroll ke bagian paling bawah ya).

Key Takeaway

  • TUHAN ga pernah judging kebingungan atau ketidaktahuan kamu. Waktu kamu mau stay humble dan jujur ngaku "aku ga tahu", Dia selalu siap kasih clarity dan nuntun langkahmu satu per satu.

  • Kita sering banget stuck dan makin membentur tembok karena gengsi dan ego. Maunya kelihatan selalu in control dan punya semua jawaban, padahal kenyataannya kita lagi gatau mau bawa ini kemana.

Action Steps & Radical Shift

  • Kalo hari ini kamu lagi dihadapkan pada masalah yang bikin kepala mau pecah, just take a pause. Duduk tenang, matikan kebisingan di sekitarmu, pray, dan bilang secara jujur, 'Aku beneran ga tahu harus ngapain sama masalah ini, kasih aku hikmat dan tunjukkan jalan keluarnya, ya TUHAN'.

  • Turunkan ego dan kebiasaan untuk handle semuanya pakai logika sendiri. Stop over-relying on your limited capacity, dan mulailah belajar buat comfortable minta petunjuk saat situasi di luar kendalimu.

Stay humble, keep asking, and let Him guide your steps.

Reflections

(1)
Mel14 days ago

Thankss kak!

Share Your Reflection

0/500

Reflections are reviewed before they appear, so this page stays safe for anyone to read.

Related Posts

Evaluate Our Purpose

Evaluate Our Purpose

Zechariah 7:6

03/10/263 min read
The Art of Listening

The Art of Listening

Zechariah 6:15

26/09/263 min read
Exposing the Hidden

Exposing the Hidden

Zechariah 5:7

19/09/263 min read