
Abel K Widodo
@abelkrw
“and have put on the new self, which is being renewed in knowledge in the image of its Creator.”
Chapter 01 - Life Renewal
Hi! Ini adalah tulisan chapter pertama saya dalam seri "Life Testimony". Melalui tulisan ini, saya ingin membagikan perjalanan pertumbuhan rohani serta sudut pandang pribadi saya dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Dorongan untuk menceritakan kasih TUHAN yang saya alami sebenarnya sudah muncul sejak tahun 2019, dan kebaikan-Nya terus berlanjut hingga hari ini. Saya sadar sepenuhnya bahwa diri saya adalah produk dari "Kasih Karunia". Tentu saya tidak sempurna, saya masih sering berbuat salah dan terus belajar untuk mempraktikkan kasih TUHAN setiap harinya. Karena itu, mari kita jadikan tulisan ini sebagai sarana belajar bersama. Harapan terbesar saya, setiap lembar dari tulisan ini bisa menjadi berkat bagi siapa pun yang membacanya.
Di bab pertama ini, kita akan membahas secara khusus tentang pembaruan hidup (Life Renewal) di dalam Kristus. Selamat membaca!
Di era modern ini, kita sering kali dihadapkan pada beragam permasalahan—mulai dari status diri, harapan, cita-cita, hingga visi-misi hidup. Zaman yang terus berkembang menuntut kita untuk selalu beradaptasi. Namun pertanyaannya: apakah penyesuaian ini justru membuat kita berubah menjadi orang lain dan kehilangan value diri? Bahkan, tak jarang ketidakadilan mulai dianggap sebagai hal yang wajar. Lalu, ke mana arah perubahan yang sedang kita ambil? Menjadi lebih baik, atau justru sebaliknya? Jawabannya hanya kamu dan TUHAN yang tahu. Satu hal yang perlu kita ingat:
Zaman boleh modern, tetapi hidup harus tetap berjalan bersama TUHAN. Mungkin ada yang menganggap prinsip ini kuno, atau menilai kita terlalu kaku dibanding orang-orang pada umumnya. Namun pada akhirnya, bukankah yang terpenting adalah memiliki fondasi hidup yang benar?
Anak muda sangat mudah terbawa arus, terutama karena mereka sedang berada dalam fase pencarian jati diri. Sebagai ilustrasi sederhana, mari kita lihat kisah Budi. Ia seorang mahasiswa yang lebih suka membatasi aktivitas di luar dan menghabiskan kesehariannya di depan laptop. Bahkan, Budi jarang sekali beribadah onsite di gereja dan lebih memilih online streaming. Padahal, Budi dalam kondisi sehat dan jarak gereja dari kosnya hanya sekitar 1 km.
Inilah paradigma baru yang terbentuk pada sebagian anak muda saat ini. Padahal, ada berkat-berkat tertentu yang hanya bisa kita rasakan saat beribadah secara corporate (bersama-sama). Melalui tulisan ini, saya ingin membagikan beberapa poin cerita yang relevan dengan kehidupan kita sehari-hari.
Disclaimer: Saya juga masih sama-sama belajar di sini, jadi tidak ada niat untuk saling menggurui, ya!


